Google membeli Perusahaan Baru Hardware Agnilux

Google baru saja membeli perusahaan baru bernama Agnilux yang merupakan perusahaan baru untuk hardware yang didirikan oleh mantan pegawai perusahaan P.A. Semi di mana perusahaan P.A Semi merupakan perusahaan pengembang chip yang dibeli oleh Apple pada tahun 2008.

Dan isunya P.A Semi merupakan tokoh penting di balik layar untuk produksi chip A4 yang digunakan iPad. PEHub yang memberikan informasi ini tidak mendapatkan berapa harga pembelian ini.

Tetapi menurut NY Times, Agnilux terkait dengan server. Beberapa pendiri perusahaan ini adalah Amarjeet Gill, Mark Hayter dan Puneet Kumar.

Pembelian ini dikonfirmasi oleh Google tapi tidak memberikan informasi lebih lanjut.


Sumber dari:

Berita Tekno

Intel Light Peak, Teknologi Pengganti USB di Masa Depan

Intel banyak berbicara teknologi Light Peak, dan mampu mengantikan teknologi USB 3.0 dalam 1 atau 2 tahun mendatang. Apakah Light Peak itu. Sebuah teknologi untuk sistem tranfer data ke perangkat portable. Tidak lagi mengunakan signal listrik untuk data digital tetapi digantikan oleh sinar.

Light Peak tidak lain adalah perangkat fiber optik, mengunakan chip controller dan modul optic untuk mentranfer data. Dari signal listrik dirubah ke sinar lalu diterima oleh sensor dan dikembalikan lagi menjadi signal listrik.

Light Peak menjanjikan kecepatan 2 X lebih cepat dari USB 3.0. Bayangkan , kecepatan tranfer maksimum mencapai 10Gbps bahkan memiliki potensi sampai 100Gbps dalam pengembangannya
Isi Blu-ray disc hanya memerlukan tranfer 30 detik dengan sistem Light Peak.

Apakah Light Peak mampu mengantikan teknologi USB. Intel boleh mempercayakan pada teknologi Light Peak, dengan kemampuan tranfer sangat cepat. Tetapi rencana tersebut belum tentu diterima oleh pasar.

Light Peak membutuhkan komponen lebih mahal, sedangkan chip controller dibuat oleh Intel. Sisanya harus dibuat oleh perusahaan lain. Hasilnya sebuah produk dan device Light Peak akan lebih mahal dari USB.
Saat ini pengembangan USB port banyak dibuat untuk computer. Bahkan sudah mencapai 12 port untuk satu motherboard.

Apakah Light Peak mampu bersaing dengan USB 3.0? Kita lihat dalam beberapa tahun mendatang.



Sumber dari:
ketok

Riwayat Facebook Lite Berakhir

Riwayat Facebook Lite ternyata tak bertahan lama. Sesudah beberapa waktu menyapa para pengguna internet, layanan yang semula digadang-gadang bakal menyaingi Twitter ini ditutup oleh Facebook.

"Kami tidak lagi men-support Facebook Lite, namun kami belajar banyak hal dalam uji coba website versi ringan ini. Jika Anda memakai Lite, Anda akan diarahkan ke halaman Facebook.com biasa," demikian pernyataan Facebook.

Lite didesain sebagai versi simpel Facebook biasa. Akses situs yang lebih cepat memungkinkan Lite jadi alternatif menarik di negara-negara yang bandwidth internetnya kurang memadai.

Di versi Lite, gambar dalam situs diperkecil dan resolusi video ditekan untuk mempercepat loading situs. Dikutip detikINET dari News.com.au, Rabu (21/4/2010), layanan ini dimulai sekitar 8 bulan lampau sebelum akhirnya ditutup.

Tidak dikemukakan secara jelas mengapa Facebook Lite dimatikan, namun barangkali karena kurang populer. Sebab, user lebih memilih Facebook versi biasa yang memang lebih lengkap layanannya.



Sumber dari:

detikINET

HP Gelontorkan Printer Laser Hemat Listrik

Sebuah printer berbasis laser biasanya membutuhkan konsumsi energi yang tidak sedikit. Namun Hewlett-Packard (HP) telah berhasil meracik sebuah printer laserJet yang katanya paling hemat listrik sedunia.

Printer tersebut adalah HP LaserJet Pro P1100, yang diklaim oleh HP sebagai printer paling rendah konsumsi energinya jika dibandingkan dengan merk lain di kelas yang sama.

"Selain pintar, P1100 merupakan printer paling hemat energi di dunia," demikian klaim John Solomon, Senior Vice President, HP Imaging & Printing Group, saat peluncuran printer terbaru HP di JW Marriot, Beijing, China, Rabu(21/4/2010).

Kunci di balik rendahnya konsumsi daya tersebut tak lain adalah pembenaman fitur Auto On Auto Off (AOAO). Yakni, sebuah fitur yang membuat printer bakal 'tertidur' ketika tidak sedang beroperasi beberapa saat.

Biasanya, printer untuk sekaliber HP LaserJet Pro P1100 membutuhkan energi sekitar 40 watt pada kondisi idle (standby). Namun HP mengklaim bahwa produk mereka hanya membutuhkan energi tidak lebih dari 1 watt pada kondisi 'tertidur'.

Selain menawarkan sebuah printer dengan konsumsi daya yang rendah, para pemakai HP LaserJet Pro P1100 juga disebutkan dapat menghemat biaya investasi yang dikeluarkan. Pasalnya, harga printer tersebut sama dengan efisiensi yang dilakukan pengguna selama kurun waktu 45 hari.

"Selain paling hemat daya di dunia, Printer HP LaserJet Pro P1100 juga merupakan satu-satunya printer yang dapat 'membayar dirinya sendiri' dalam kurun waktu 45 hari pemakaian," pungkas Solomon pada sejumlah wartawan yang memenuhi undangan ke Beijing.


Sumber dari:
detikINET

Followers

Club Cooee
rachmanda by Informatika