Instalasi Sistem Operasi >Windows Xp<

Sebelum melakukan instalasi sistem operasi windows Xp Profesional, Pastikan komputer kita telah memenuhi sarat yaitu:

1.Processor Pentium 233 megahertz (MHz) atau microprocessor yang lebih tinggi atau setara.
belum mendeteksi Harddisk.
**Proses Instalasi Windows Xp.
Langkah instalasi;
1.Pastikan Komputer belum terhubung dengan jaringan/ LAN. Apabila
telah terhubung,lepaskan terlebih dahulu kabel jaringan dari komputer.
2.Nyalakan Komputer.
3.Masukkan CD installer Windows Xp ke dalam CD/ DVD ROOM.
4.Apabila muncul tampilkan [Press any key to boot from CD...],tekan sembarang
tombol pada keyboard untuk memulai proses boot dari CD. Pada layar monitor
akan muncul pertanyaan [Setup is inspecting your computer's
hardware configuration]. Tunggu beberapa saat kemudian.
5.Ketika muncul menu, tekan tombol [enter] untuk memulai setup Windows Xp.
Tombol [R] berfungsi repair/ memperbaiki sistem Windows Xp yang rusak
(crash)atua hilang (cortupt). Tombol [F3]untuk membatalkan proses
instalasi.
6.Selanjutnya akan muncul [Windows Xp License Agreement]. Tekan tombol [F8]
sebagai tanda menyetujui isi License Agreement dan menghentikan proses instalasi,
tekan tombol [Esc]. untuk mengeser halaman (scrooling),tekan tombol [page Down]/
[Page up].
7.Tentukan ukuran partisi yang akan dibuat. proses ini dilakukan untuk membuat parti
si [Drive c:].selanjutnya, tekan tombol [enter] untuk melanjutkan proses pembuatan
partisi.
8.Setelah partisi [Drive c] terbentuk, ulangi langkah 7 dan 8 untuk membuat partisi
berikutnya, seperti [Drive D].pilih [Unpartitioned space]>tekan t0mbol [c].tentukan
ukuran partisi yang akan dibuat.
9.Instalasi Windows Xp dengan memilih [Drive c]. tekan tombol [enter].muncul jenis
atau format harddisk ,FAT atau NTFS.
10.instalasi akan menampilkan proses format [Drive c].
11.setelah proses format selesai akan lanjut dengan proses pen-copy-an file sistem
Windows Xp.
12.Windows Xp akan melakukan proses secara otomatis dan membutuhkan waktu agak lama.

Format and Partition Harddisk

Harddisk adalah suatu media/ hardware yang sangat diperlukan saat ini, bahkan sejak ditemukannya suatu perangkat komputer. Pada awalnya harddisk hanya punya kapasitas memori yang kecil. Namun seiring dengan perkembangan software yang begitu pesat maka harddisk pun dituntut untuk berkembang kapasitasnya menjadi lebih besar. Kalau yang dulu harddisk ukuran 200 MB sudah cukup untuk melakukan aplikasi OS Windows 95, maka sekarang untuk OS Windows Vista yang notabene minimal memerlukan ruang harddisk minimal 9 GB. Betapa perbedaan yang signifikan antara tahun 1995 dengan tahun 2006 (Windows 95 dengan windows Vista).

Pada waktu saya memasang Harddisk, tentunya harddisknya tidak berisi/kosong sama sekali. Apabila harddisknya sudah di format dan dipartisi, artinya harddisk ini adalah barang bekas. Sebelum saya menggunakan harddisk baru saya Yang harus dilakukan adalah memformatnya sebelum diinstal Operating Systemnya. Ada berbagai macam aplikasi/software format dan partisi harddisk, diantaranya Partition magic, paragon partition manager dll. Namun software tersebut harus berjalan di dalam suatu OS Windows. Dalam hal ini jika saya ingin langsung menggunakan software ini, artinya saya harus memposisikan harddisk baru sebagai slave di BIOS komputer. Sehingga saya akan dengan mudah memformat dan mempartisinya. Lalu bagaimana jika ini adalah harddisk pertama saya, atau harddisk di komputer saya sudah rusak???pasti akan bertanya2 gimana yah….????inilah yang pernah membuat penulis pusing karena penulis udah terbiasa menggunakan software partition magic. Tetapi karena software tersebut rusak, maka penulis kalang-kabut mencari solusinya…

Memang menggunakan langsung software pempartisi seperti Partition magic itu sangat mudah, tidak perlu pengetahuan lebih. Hanya tanya pada guru saya sebentar, saya pun akan mudah dan cepat mengerti. Namun kekurangannya adalah kebanyakan partition magic tidak dengan rapi memformat dan mempartisi harddisk tersebut. Ada kalanya harddisk tersebut memorinya ada yang hilang atau tak terbaca. Oleh karena itulah akhirnya penulis mulai bertanya ke teman2. Ternyata ada cara yang lebih mudah daripada partition magic dan bahkan lebih rapi dalam mempartisi sesuai dengan keinginan . Dalam hal ini anda bisa menggunakan FDISK yang ada dalam mode MS DOS. Di sini saya akan diajarkan bagaimana cara membuat partisi harddisk berdasarkan pengetahuan mengenai MS DOS. Memang bagi orang awam yang belum pernah menggunakannya pertama kali akan merasa bingung, tetapi setelah saya mencobanya saya tidak akan kecewa. Saya aja mempelajarinya itu dengan sungguh, meskipun serumpun tapi ada beberapa kata yang kurang familiar di dengar sehingga agak sedikit mempersulit penulis untuk memahaminya.

Untuk menggunakan FDISK harus memerlukan suatu bootable disk Windows 98 untuk masuk mode DOS. Setelah masuk mode DOS ketiklah “fdisk”. Maka akan muncul layar pertama yang menyatakan setuju atau tidak untuk memakai partisi FAT32. Kalau setuju memilih FAT 32 maka nantinya bisa menginsatl windows 98 ke atas, namun jika tidak setuju hanya bisa menginstal windows 98 ke bawah(older version). Bila setuju maka saya masuk ke pilihan untuk membuat partisi primary, extended dan logical harddisk. Ketiga bagian dari partisi ini punya fungsi yang berbeda. Kalau primary harddisk biasanya berisi file2 sistem untuk sistem operasi. Sedangkan extended berisi informasi kapasitas logical harddisk yang tersisa. Misal partisi primary sudah terisi 25 % maka partisi extendednya berisi 75% partisi logical. Untuk mengecek status harddisk apakah masih baru ataukan bekas bisa tekan tombol “4” lalu tekan “enter”. Jika tertulis no partition available maka harddisk ini belum digunakan.

^Jadi inilah langkah2nya^:

1. Buatlah partisi primary harddisknya terlebih dahulu, yang perlu diperhatikan disini adalah harus perhatikan dengan baik instruksi. Instruksi yang paling rentan adalah opsi untuk membagi/partisi atau tetap menggunakan keseluruhan isi harddisk tanpa partisi. Suatu kerugian akan saya dapatkan apabila menyetujui untuk tidak mempartisi, jadi harus menolaknya sehingga bisa mempartisi harddisk. Saya akan diberi keleluasaan memilih kapasitas primary harddisk yang diperlukan, saran penulis tulis dalam persen aja biar ngga bingung.

2. Setelah selesai maka buatlah partisi extendednya. Di sini ya kan saja petunjuknya, jangan di ubah2. Karena ini akan menentukan sisa harddisk yang tersisa untuk dipartisi. Set aja 100%.

3. Lalu setelah selesai, buatlah partisi logical harddsiknya, sekarang tinggal terserah anda untuk membuat persentasi harddisk yang diperlukan. bisa membuat banyaknya partisi sesuai kehendak . Di sini disediakan dari C sampai Z.

4. Setelah semua selesai maka tinggal menyelesaikan tahap akhir yaitu melakukan format di tiap partisi. Caranya untuk drive C ketik “format c:/s/c”. Sedangkan untuk drive D dan seterusnya ketik “format d:/c”. Apa bedanya antara format drive C dan D seterusnya??? Bedanya dengan menambah huruf S artinya anda membuat format dan salinan perintah utnuk sistem operasi di drive C. Sedangkan drive D dan seterusnya kan tidak untuk di instal sistem operasi.

Setting IP

#Pertama Adalah Mencatat Ip Dan Default Gatewaynya#
List IP :
IP : 202.155.200.5
GATEWAY : 202.155.255.1
NETMASK : 255.255.255.0
BROADCAST : 202.155.200.255
NAMESERVER/DNS : 202.155.0.10
NAMESERVER/DNS : 202.155.0.20

#Pertama Kita Setting Ip Kita Dengan Cara :
[root@cachak root]# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
lalu isi dengan:
DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
IPADDR=202.155.200.5
BROADCAST=202.155.200.255
NETMASK=255.255.255.0
USERCTL=no

Lalu Simpan Dengan Menekan :wq

Lalu setting default gatawanya dan nama computer nya :
[root@cachak root]# vi /etc/sysconfig/network
Lalu isi dengan :
GATEWAY=202.155.255.1
HOSTNAME=cachak.dozer.or.id

Lalu save dengan menekan :wq

Lalu setting dns nya :
[root@cachak root]# vi /etc/resolv.conf
Lalu isidengan nameserverdiatas :
nameserver 202.155.0.10
nameserver 202.155.0.20

Lalu simpen:

Sekarang restart networknya
[root@cachak root]# /etc/init.d/network restart
Shutting down interface eth0: [ OK ]
Shutting down loopback interface: [ OK ]
Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ]
Setting network parameters: [ OK ]
Bringing up loopback interface: [ OK ]
Bringing up interface eth0: [ OK ]
[root@cachak root]#chkconfig --level 2345 network on

Lalu cek dengan /sbin/ip a
[root@cachak root]# /sbin/ip a
1: lo: mtu 16436 qdisc noqueue
link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
inet 127.0.0.1/8 brd 127.255.255.255 scope host lo
2: eth0: mtu 1500 qdisc pfifo_fast qlen 100
link/ether 00:30:84:ef:30:cb brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
inet 202.155.200.5/24 brd 202.155.200.255 scope global eth0
[root@cachak root]#
testing dengan ping ke defaut gatewaynya yaitu 202.155.200.1

Mail Merge (Dokumen Gabung)

Mail Merge (Dokumen gabung)

1.Membuat Data Source Dan Dokumen Utama
a) Membuat Address list/data source.
Pada OpenOffice data source disebut juga sebagai address list. Address list dapat dibuat dari berbagai macam tipe file, baik database maupun spreadsheet. Biasanya pada database (dbf/odb) atau spreadsheet.
(ms.Excel atau OpenOffice Spreadsheet) yang telah kita miliki sebelumnya. Pada tutorial ini address list yang digunakan dibuat dari spreadsheet ms.excel (xls)
b) Membuat Dokumen Utama.
Pada OpenOffice dokumen utama disebut sebagai 'starting document'. Sebagai contoh dokumen yang dibuat adalah dokumen surat.Kemudian disimpan dengan nama file mergecoba.
odt
2>. Menggabungkan isi address list/data source ke dokumen utama.
1>. Memulai membuat mail merge dengan memilih menu tools -> mail merge wizard.
2.. Selanjutnya muncul beberapa pilihan untuk menentukan dokumen utama yang akan dijadikan sebagai halaman utama dokumen. Pada contoh kali ini, dokumen yang digunakan adalah dokumen yang telah dibuat sebelumnya yaitu merge-coba.odt. Pilih 'start from existing document' kemudian, klik tombol 'browse' untuk menentukan posisi dokumen yang telah disimpan sebelumnya.
3>. Kemudian klik next.
4>. Selanjutnya pada menu dokumen type, pilih 'letter'. Artinya kita akan membuat dokumen surat yang dapat dicetak. Kemudian klik next.
5>. Pada menu jendela selanjutnya adalah tahap memasukkan alamat (insert address block). Pada tahap ini terdiri dari 4 langkah; yaitu memilih data source, menentukan format 'address block', Menyesuaikan field yang diinginkan dengan data, memeriksa dan melihat hasil yang diinginkan.
#Berikut Langkah-Langkahnya# ;
○ Langkah pertama adalah dengan memilih data source yang telah kita miliki sebelumnya dengan me-klik tombol 'select address list'.
○ Kemudian muncul jendela pilihan address list yang akan digunakan. Masukkan address list yang anda miliki dengan mengklik tombol 'add'.
○ Kemudian pilih dokumen data dengan menyesuaikan filetype data source yang anda miliki. OpenOffice mendukung data source dalam berbagai format, salah satunya adalah format ms.excel (xls) dan ms.access(pdb) pilih kemudian klik open. Pada contoh file yang telah dibuat dari OpenOffice spreadsheet dengan nama file alamat-teman.odb
○ Langkah kedua yaitu menentukan format address block. Klik more untuk menentukan format alamat yang akan tampil sesuai dengan yang anda inginkan. Ketika anda mengklik tombol more akan muncul tampilan. Selanjutnya klik New.
○ Selanjutnya tentukan field-field yang ingin digunakan dan dicetak pada dokumen. Sesuaikan urutan field yang ada dengan menekan tombol atas, bawah, kiri, atau kanan yang ada pada jendela dialog. Apabila belum menentukan field dengan tabel yang dimiliki pada kolom preview akan muncul kalimat artinya belum sesuai.
○ Langkah ketiga adalah menentukan field-field pada wizard dengan kolom-kolom pada tabel yang kita miliki. Klik match field untuk melakukan hal tersebut,
○ Selanjutnya akan muncul penyesuaian antara tabel dengan field-field yang tersedia, Kemudian klik ok.
○ Langkah keempat adalah melihat hasil yang telah dibuat sebelumnya. Apabila dirasa belum sesuai dapat mengulangi langkah-langkah sebelumnya, namun apabila dirasa sudah pas,silahkan klik next.
6>. Pada menu selanjutnya adalah menentukan apakah documen yang diinginkan juga mengandung kata-kata pembuka/salution seperti yang terhormat, yang tercinta, yang tersayang ananda, dan lain sebagainya. Anda dapat menentukan apakah ingin menggunakan ucapan pembuka atau tidak. Apabila anda tidak menginginkan kalimat pembuka, cukup hilangkan semua tanda checklist yang ada pada jendela dialog.
7>. Menu selanjutnya yaitu menentukan posisi pada kertas yang akan dicetak/layout. Silahkan menentukan layout sesuai dengan yang anda inginkan.
8>. Sebelum mencetak dokument akan ada menu pilihan untuk mengedit dokumen utama yang ada, namun apabila tidak ingin mengedit dokumen cukup klik next.
9>. Menu ini adalah untuk membuat halaman khusus didalam halaman mail merge. Apabila tidak memiliki halaman khusus yang diinginkan, selanjutnya klik next.
10>. Langkah terakhir adalah mencetak document. Dapat mencetak dalam bentuk file perhalaman atau langsung mencetak ke kertas.
Sekian Tutorial membuat Mail Merge pada Open Office, Semoga bermanfaat bagi kita semua..

Followers

Club Cooee
rachmanda by Informatika