
01.39

Rachmanda.Fachrur
, Posted in
Blogg ala campuran
,
0 Comments
Kecanduan main video game, seorang ABG (anak baru gede) asal Rusia tega melakukan perbuatan mengerikan. Ia membunuh ayahnya sendiri dengan palu, hanya karena sang ayah tidak mengizinkannya lagi main game komputer.
Anak berusia 14 tahun yang dirahasiakan namanya ini langsung dibekuk polisi wilayah Krasnodar, Rusia. Menurut polisi, ia menghajar ayahnya yang sedang tidur sampai tewas.
"Sekitar pukul 1 dinihari, tersangka sedikitnya dua kali memukul kepala ayahnya dengan palu. Korban tewas karena parahnya cedera di kepala," ucap Inna Biryukova, juru bicara kepolisian setempat.
Gilanya, tidak tampak aura penyesalan dari sang anak. Usai membunuh ayahnya, ia mengancam ibunya agar membiarkannya main game sampai beberapa jam kemudian.
Dalam keadaan takut, sang ibu mencoba menghubungi polisi yang kemudian datang untuk menangkap anaknya itu.
Dikutip detikINET dari News.com.au, Rabu (14/3/2010), kedua orang tua tersangka sebenarnya hanya berupaya mendisiplinkan buah hatinya dengan melarangnya main game. Sebab, si anak menghabiskan sangat banyak waktu hanya untuk tenggelam di dunia virtual itu.
Sumber:
detekINET

01.34

Rachmanda.Fachrur
, Posted in
Blogg ala campuran
,
0 Comments
Seorang pria Inggris disatroni maling tiga kali berturut-turut. Ia menyalahkan layanan online Google Street View sebagai biang keladi kesialannya itu.
Pria bernama Gordon Rayner ini yakin penjahat menetapkan rumahnya sebagai target setelah melihat gambarnya di Street View. Gambar di Street View itu menunjukkan bagian dalam garasi Rayner yang dipenuhi berbagai barang.
Pada pencurian pertama, si pencuri sukses meraup sepeda milik Rayner di garasi itu. Si maling kemudian dua kali menyatroni tempat tersebut, namun gagal mendapat barang berharga karena Rayner sudah memindahkannya.
Dikutip detikINET dari Telegraph, Rabu (14/4/2010), Rayner pun mengkritik Street View yang telah diluncurkan di 20 negara itu mengganggu privasi dan membahayakan.
"Dalam foto itu, memang wajahku dan jendela rumahku diburamkan, namun karena pintu garasi terbuka, maka semua isinya kelihatan. Ini seperti undangan bagi kriminal untuk mengambil apa yang mereka mau," ucap Rayner.
Namun Google mengklaim tidak ada lonjakan kejahatan di negara-negara yang telah menikmati layanan Street View. Google juga akan memburamkan foto tertentu jika ada permintaan dari orang yang merasa terganggu.
Sumber:
detekINET

00.50

Rachmanda.Fachrur
, Posted in
Sejarah
,
0 Comments
Masih ingat cerita romantis karya Shakespeare, Romeo and Juliet? Jika bosan dengan versi lawasnya, versi baru drama besutan Shakespeare ini akan muncul di Twitter dan Youtube
Mengusung judul "Such Tweet Sorrow", The Royal Shakespeare Company (RSC) berkolaborasi dengan Mudlark, sebuah perusahaan yang menyediakan hiburan di ponsel genggam. Mereka bekerja sama menggubah versi asli dengan memadukan teknologi Twitter dan Youtube.
Penyelenggara sengaja membuat narasi kontemporer yang berbeda dengan kisah aslinya. Dan para pemainnya akan berimprovisasi sesuai 'Tweet' dari para 'Twitter' yang muncul di www.suchtweetsorrow.com.
"Ambisi kami adalah menghubungkan orang dengan Shakespeare dan membuat dekat para pemain dan penonton", ujar Micheal Boyd, artistik direktur The RSC. Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (14/4/2010).
Sumber:
detekINET

00.43

Rachmanda.Fachrur
, Posted in
Blogg ala campuran
,
0 Comments
Twitter mengumumkan skema periklanan baru di situsnya untuk meraih untung. Dengan program berbayar bernama 'Promoted Tweets', tweet tertentu akan mendapat fasilitas diletakkan di daftar atas pencarian di Twitter.
Program ini adalah jawaban Twitter yang sering dikritik karena tak mampu menghasilkan uang meski situsnya populer. Sekarang, para pengiklan dapat menjangkau 25 juta user reguler Twitter dengan pola pengiklanan baru itu.
Orang yang mencari dengan kata kunci tertentu, akan menemukan iklan yang relevan di puncak daftar pencarian. Tweet pengiklan dilabeli kata 'Promoted' untuk membedakannya dari tweet biasa.
Membuat Cemas
Namun meski wajar Twitter berusaha mencari uang, beberapa user cemas program komersialisasi baru ini merusak kemurnian komunikasi di Twitter. Beberapa dari mereka merasa terganggu dengan masuknya iklan ke Twitter.
"Aku lebih memilih membayar sebagai pelanggan Twitter daripada melihat iklan," demikian sebuah komplain user Twitter yang kutip dari DailyMail.
Tanggapan dari pakar juga beragam. Loic Le Meur, developer software Twitter menyambut baik langkah tersebut, namun ia mengingatkan agar Twitter hati-hati.
"Bila mereka salah melakukannya, user fanatik yang tidak suka dengan iklan atau yang menganggapnya terlalu mengganggu bisa pergi," ucapnya.
Sumber:
detekINET